Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Matangkan Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027
Jember (Fasya Media) — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (27/8/2026), di Aula Lantai 2 Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan fakultas dan para dosen tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran semester ganjil berjalan terarah, berkualitas, dan sesuai dengan sistem penjaminan mutu akademik.
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dr. Wildani Hefni, M.A, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan menghadapi semester baru. Koordinasi akan dilanjutkan melalui rapat dosen pada 7 September 2026 sebagai bagian dari pematangan kesiapan perkuliahan. “Hari ini kita menandai pertemuan perdana untuk persiapan perkuliahan semester ganjil. Kehadiran Bapak dan Ibu hari ini menunjukkan kesiapan kita untuk kembali memulai proses pembelajaran,” ungkapnya.
Mas Dekan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen atas dedikasi, loyalitas, dan komitmen yang telah diberikan selama pelaksanaan perkuliahan semester sebelumnya. Menurutnya, tugas dosen tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi dimulai sejak penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), proses interaksi dengan mahasiswa, pemberian tugas, pendampingan, hingga evaluasi pembelajaran. “Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan komitmen pada semester genap yang telah berlalu. Kita ingin mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang membahagiakan dan learning yang berbasis nurani,” ujarnya.
Pada semester ganjil mendatang, Fakultas Syariah terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Penerapan kurikulum tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas membangun proses pembelajaran yang berorientasi pada ketercapaian kompetensi lulusan sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu. Wildani menegaskan bahwa pengembangan kurikulum dan pembelajaran harus tetap berjalan selaras dengan kerangka kualifikasi serta standar akademik yang berlaku. “Alhamdulillah, secara kelembagaan perbaikan sistem penjaminan mutu sudah on the track. Ini harus terus kita jaga dan kita tingkatkan bersama,” tegasnya.
Selain penguatan akademik, Dekan menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif dan budaya kerja yang egaliter di lingkungan Fakultas Syariah. Menurutnya, keberhasilan fakultas tidak hanya ditentukan oleh sistem dan dokumen akademik, tetapi juga oleh kekuatan hubungan antarsivitas akademika. Kedekatan emosional, suasana kerja yang membahagiakan, komunikasi yang terbuka, serta ruang untuk bercanda dan tertawa bersama menjadi modal sosial yang penting dalam membangun lingkungan akademik yang sehat.
Mas Dekan mengingatkan bahwa setiap proses kelembagaan tentu masih memiliki ruang untuk diperbaiki. Karena itu, evaluasi tidak semestinya dipahami sebagai penilaian terhadap kekurangan semata, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas layanan akademik. “Tentu tidak ada yang sempurna. Karena itu, mari kita maksimalkan tugas dan amanah kita sesuai dengan porsi masing-masing,” pesannya di hadapan para dosen.
Koordinasi persiapan perkuliahan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan langkah pimpinan dan dosen dalam menyongsong Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Fakultas Syariah berkomitmen agar kesiapan kurikulum, RPS, proses pembelajaran, evaluasi, serta sistem penjaminan mutu berjalan secara terintegrasi sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga humanis dan berorientasi pada capaian pembelajaran.
Mengakhiri sambutannya, Wildani menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama proses kepemimpinan dan penyelenggaraan akademik. “Atas nama pimpinan, kami menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi dan kebersamaan Bapak dan Ibu. Kami juga memohon maaf apabila dalam perjalanan dan pelayanan selama ini masih terdapat kekurangan,” pungkasnya.
Kontributor Fasya Media




