Awali Perkuliahan 2026/2027, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Studium Generale tentang Hukum dan Kearifan Lokal
Jember, Fasya Media — Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Studium Generale bertema “Law and Local Wisdom in Indonesia: Negotiating Tradition, Social Change, and Justice”, Selasa (15/9/2026), di Gedung Kuliah Terpadu Lantai III UIN KHAS Jember.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa Fakultas Syariah. Studium Generale sekaligus menjadi penanda dimulainya kegiatan perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027 dan menjadi ruang penguatan wawasan akademik bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang sedang menjalani proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Kaharuddin, M.Hum. (Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia) dan Maruf, LL.M., Ph.D. (School of Law, Fuzhou University, China).
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dr. Wildani Hefni, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Studium Generale memiliki posisi penting sebagai pintu awal bagi mahasiswa dalam memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi. “Mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, sedang berada dalam proses transisi dari siswa menuju mahasiswa. Karena itu, Studium Generale ini penting untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan insight baru yang dapat menjadi bekal dalam mengikuti proses perkuliahan,” ujarnya.
Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, M.Si., mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan akademik. Menurutnya, forum semacam ini merupakan sarana penting dalam membangun academic excellence sekaligus mengasah kapasitas intelektual mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas akademik agar kelak mampu memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat. Kompetensi keilmuan hukum, menurutnya, menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam memainkan peran strategis sebagai calon praktisi dan penegak hukum yang berorientasi pada penciptaan keadilan.
“Suasana akademik harus mampu memberikan pengalaman belajar terbaik kepada mahasiswa. Kesempatan belajar langsung dari para narasumber dengan pengalaman dan perspektif yang beragam harus dimanfaatkan untuk memperluas cakrawala keilmuan,” ungkapnya.
Melalui tema hukum dan kearifan lokal, Studium Generale ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami hubungan antara tradisi, perubahan sosial, dan keadilan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dalam membangun budaya akademik yang unggul, terbuka, dan responsif terhadap dinamika hukum di tingkat nasional maupun global.
Kontributor Fasya Media




